Lensaindonesia.co – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengunjungi masyarakat Desa Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, yang dikenal sebagai salah satu desa tujuan transmigrasi pertama di Indonesia tahun 1905.
Tujuan kunjungan tersebut untuk menyapa dan bersilaturahmi dengan masyarakat transmigrasi asal Jawa Tengah, Luthfi juga tertarik dengan sejarah panjang transmigrasi yang telah membentuk wajah sosial dan ekonomi Lampung hingga saat ini.
Luthfi mengatakan, masyarakat transmigran asal Jawa Tengah yang datang sejak era 1970-an, bahkan sebelumnya, telah menyatu dan berkontribusi besar dalam pembangunan daerah termasuk di Bumi Andan Jejama.
“Sejak tahun 70-an, zamannya Pak Soeharto, bahkan sebelumnya, masyarakat Jawa Tengah yang ditransmigrasikan ke sini sudah membangun desanya, membangun Provinsi Lampung, dan menjadi satu dengan masyarakat setempat,” kata Luthfi di Balai Desa Bagelen Gedongtataan, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, para transmigran tersebut tidak lagi memiliki keinginan untuk kembali ke daerah asal karena telah berkomitmen membangun kehidupan di Lampung. Tentunya hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah dan mencerminkan keberhasilan transmigrasi sebagai bagian dari pembangunan nasional.

“Inilah kebhinekaan Indonesia yang patut kita rawat. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat perantau mampu menyesuaikan diri dan hidup berdampingan dengan suku mana pun,” ujarnya.
Luthfi juga menyampaikan keyakinannya bahwa masyarakat Jawa di Lampung memiliki daya saing tinggi serta menjunjung nilai kekeluargaan dalam kehidupan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan berdialog langsung dengan masyarakat transmigrasi asal Jawa Tengah yang ada di Desa Bagelen. Dan pihaknya juga memberikan alat musik tradisional gamelan di Desa Bagelen.
Usai mengunjungi Desa Bagelen, Gubernur Jawa Tengah melanjutkan agenda dengan meninjau Museum Nasional Transmigrasi Lampung di Desa Bagelen Gedongtataan.
Di lokasi tersebut, ia melihat langsung berbagai koleksi dan peninggalan sejarah yang merekam perjalanan program transmigrasi di Indonesia.
Sebagai bentuk dukungan pelestarian sejarah, Luthfi menyebut telah menginstruksikan Bank Jateng untuk memberikan sumbangan guna merawat dan menjaga nilai-nilai sejarah transmigrasi agar tetap lestari dan dikenal generasi mendatang.
Dalam kunjungan tersebut, Lutfhi juga turut didampingi oleh Gubernur Lampung Rahmad Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian dan Wabup Pesawaran Antonius Muhammad Ali. (Dian)












